Biro Perjalanan Umroh Surabaya 2018, Paket
Umroh Surabaya 2017, Jasa Umroh Surabaya Madinah, Pelayanan Umroh Surabaya
Langsung Madinah, Travel Umroh Surabaya Jeddah
Panduan
Umrah Ringkas (1)
Bagaimana panduan umrah yang praktis dan ringkas?
Umrah adalah suatu amalan yang mulia, di mana tata cara pelaksanaannya mesti
dilakukan dengan benar dan sesuai tuntunan Islam, bukan asal-asalan.
![]() |
| 0813 1270 2724 ( Telkomsel), Biro Perjalanan Umroh Murah Jogja |
Sebelum Mengenakan Pakaian Ihram
1- Memotong kuku, menipiskan kumis, mencukur bulu
ketiak dan bulu kemaluan.
2- Disunnahkan untuk mandi termasuk bagi wanita
haidh dan nifas.
3- Laki-laki hendaklah melepaskan pakaian yang
membentuk lekuk tubuh dan mengenakan pakaian ihram.
4- Wanita hendaklah melepas penutup wajah dan tidak
mengenakan sarung tangan.
5- Setelah mandi, laki-laki disunnahkan memakai
wewangian di badannya saja. Sedangkan wanita boleh memakai wewangian yang tidak
nampak baunya.
6- Setelah melakukan itu semua, hendaklah berniat
masuk dalam manasik dengan mengucapkan, “Labbaik allahumma ‘umrah” (Aku
memenuhi panggilan-Mu -ya Allah- untuk menunaikan ibadah umrah).
Jika sudah mengucapkan seperti itu, maka sudah
disebut berihram sehingga tidak boleh melakukan larangan-larangan ihram. Jika
niat tersebut dijadikan setelah shalat wajib, maka itu lebih baik. Jika tidak
bertepatan dengan waktu shalat wajib, maka dilakukan shalat sunnah dua raka’at
dengan niatan shalat sunnah wudhu. Sedangkan shalat sunnah ihram seperti yang
dilakukan oleh sebagian jama’ah umrah tidaklah ada tuntunannya.
Mengenal Miqot Makaniyah
Miqot makaniyah yaitu tempat mulai berihram bagi
yang punya niatan haji atau umroh. Ada lima tempat miqot:
1- Dzulhulaifah (Bir ‘Ali), miqot penduduk Madinah
2- Al Juhfah, miqot penduduk Syam,
3- Qornul Manazil (As Sailul Kabiir), miqot penduduk
Najed (Riyadh sekitarnya),
4- Yalamlam (As Sa’diyah), miqot penduduk Yaman,
5- Dzatu ‘Irq (Adh Dhoribah), miqot penduduk Irak.
Itulah miqot bagi penduduk daerah tersebut dan yang
melewati miqot itu. Wajib bagi setiap yang ingin melaksanakan haji atau umrah
ketika ia melewati miqot tersebut, hendaklah berniat ihram. Jika ada yang
melewati miqot tanpa beihram -dengan sengaja-, wajib kembali dan berihram dari
tempat tersebut lagi. Jika tidak, maka baginya damm dengan menyembelih satu
ekor kambing dan disalurkan pada orang-orang miskin di Makkah.
Larangan Ihram
1- Mencukur rambut dari seluruh badan (seperti
rambut kepala, bulu ketiak, bulu kemaluan, kumis dan jenggot).
2- Menggunting kuku.
3- Menutup kepala dan menutup wajah bagi perempuan
kecuali jika lewat laki-laki yang bukan mahrom di hadapannya.
4- Mengenakan pakaian yang membentuk lekuk tubuh
seperti baju, celana dan sepatu.
5- Menggunakan wewangian.
6- Memburu hewan darat yang halal dimakan.
7- Melakukan khitbah dan akad nikah.
8- Jima’ (hubungan intim).
9- Mencumbu istri di selain kemaluan.
Yang Masih Dibolehkan Saat Ihram
1- Mengenakan: Jam tangan, headset, cincin, sendal,
kacamata, ikat pinggang, tas pinggang, payung, perban
2- Merubah posisi pakaian ihram
3- Mencuci pakaian ihram
4- Mandi, membersihkan kepala dan badan
5- Rambut rontok tanpa disengaja
Talbiyah
Waktu mulai talbiyah adalah ketika ihram hingga saat
memulai thawaf.
Bacaan talbiyah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ.لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ
لَكَ لَبَّيْكَ.إِنَّ الحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالمُلْكُ.لاَ شَرِيْكَ لَكَ
“Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika
laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”. (Aku
menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab
panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku
menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan
hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu). Ketika bertalbiyah, laki-laki
disunnahkan mengeraskan suara.
Sampai di Makkah
Jika yang berumrah sudah sampai di Makkah Al
Mukarramah disunnahkan baginya untuk mandi ketika sampai, lalu ia pergi ke
Masjidil Haram untuk menunaikan manasik umrah. Jika tidak mandi, tidaklah
masalah.
Ketika akan memasuki Masjidil Haram, hendaklah
membaca do’a masuk masjid,
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
“Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah,
bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).
Thawaf Umrah
Kemudian orang yang berumrah menuju Ka’bah untuk
melaksanakan thawaf di sekelilingnya. Hendaknya laki-laki melakukan idhtiba’
yaitu dengan membuka pundak kanan dan menjadikan ujung kanan di bawah ketiak,
lalu menjadikan ujung yang satu sisi di pundak kiri.
Setelah itu dilakukan thawaf sebanyak tujuh kali
putaran dimulai dari Hajar Aswad. Jika mampu dan tidak desak-desakan, seseorang
yang berthawaf menuju ke Hajar Aswad, lalu menghadapnya sambil membaca “Allahu
akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan
menciumnya. Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan
mengusapnya, lalu mencium tangan yang mengusap hajar Aswad. Jika tidak
memungkinkan untuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya
dengan tangan, namun tidak mencium tangan yang memberi isyarat. Ini dilakukan
pada setiap putaran thawaf.
Ketika mengililingi Ka’bah, hendaklah tidak
desak-desakan dan tidak menyakiti yang lain dengan saling dorong-dorongan, juga
tidak perlu berdzikir dengan mengeraskan suara.
Jika sampai pada rukun Yamani, bila mampu, hendaklah
mengusapnya dengan tangannya. Tidak perlu mencium dan tidak perlu
mengusap-ngusapnya seperti kelakuan orang awam. Seperti itu menyelisihi
tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika tidak mampu mengusapnya, maka
hanya melewatinya saja tanpa memberi isyarat, tanpa pula bertakbir.
Disunnahkan antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
untuk membaca do’a,
رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Robbanaa aatina fid dunya hasanah wa fil aakhirooti
hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar (Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami
kebaikan di dunia dan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari adzab neraka).
Disunnahkan melakukan roml. Roml yaitu berjalan
cepat dengan memperpendek langkah, sehingga pundak dalam keadaan bergetar dan
tidak sampai melompat. Roml ini dilakukan ketika thowaf pada tiga putaran
pertama. Sedangkan sisanya berjalan seperti biasa.
Thawaf tadi disempurnakan hingga tujuh kali putaran
dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir pada Hajar Aswad.
Kesalahan Saat Thawaf
1- Melakukan sebagian thawaf di dalam Hijr Ismail
karena berkeyakinan sahnya berthawaf di dalam Ka’bah. Padahal Hijr adalah
bagian dari Ka’bah sehingga kita harus melakukan thawaf di luarnya.
2- Mengusap seluruh pojok Ka’bah, kadang ada pula
yang mengusap dinding dan penutup Ka’bah, begitu pula dengan pintu Ka’bah dan
Maqom Ibrahim. Semua ini tidak boleh karena tidak ada tuntunan dan tidak pernah
dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
3- Saling desak-desakan antara laki-laki dan
perempuan saat melalukan thawaf, terutama di Hajar Aswad dan Maqom Ibrahim.
Setelah Melakukan Thawaf Umrah
1- Menutup pundak kanan yang sebelumnya terbuka
karena melakukan shalat sunnah idhtiba’ saat thawaf. Setelah itu pundak kembali
tertutup.
2- Mengerjakan shalat dua raka’at di belakang Maqom
Ibrahim jika mudah. Namun jika menyulitkan, maka shalatlah di tempat mana saja
selama di Masjidil Haram. Shalat ini termasuk shalat sunnah muakkad (yang amat
ditekankan).
3- Pada saat mengerjakan shalat sunnah tersebut,
raka’at pertema setelah membaca Al Fatihah membaca surat Al Kafirun. Sedangkan
pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah membaca surat Al Ikhlas. Jika
membaca surat lainnya, masih dibolehkan.
Setelah mengerjakan thawaf tersebut, lalu menuju
bukit Shafa untuk melaksanakan sa’i.
Insya Allah akan berlanjut pada serial terakhir, bi
idznillah. Hanya Allah yang memberi taufik.
—
Selesai disusun saat turun karunia hujan di
Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 20 Safar 1435 H
Oleh akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.Com
Ikuti status kami dengan memfollow FB Muhammad Abduh
Tuasikal, Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat, Twitter @RumayshoCom
Sumber :
https://rumaysho.com/5524-panduan-umrah-ringkas-1.html
Biro Perjalanan Umroh Surabaya 2018, Paket
Umroh Surabaya 2017, Jasa Umroh Surabaya Madinah, Pelayanan Umroh Surabaya
Langsung Madinah, Travel Umroh Surabaya Jeddah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar