Paket Umroh Ramadhan 2018, Agen Perjalanan
Umroh Murah, Jasa Pelayanan Umroh Murah 2017, Travel Umroh Murah 2017, Biro
Perjalanan Umroh Murah 2017 Jakarta
Panduan
Umrah Ringkas (2)
Sebelumnya Rumaysho.Com telah menyajikan panduan
umrah mulai dari berihram, penjelasan larangan ketika ihram, dan pelaksanaan
thawaf umrah. Tinggal tersisa pembahasan sa’i dan mencukur rambut.
Sa’i Umrah
Setelah melakukan thawaf umrah, maka orang yang
berumrah segera menuju bukit Shafa untuk melaksanakan sa’i sebanyak 7 kali
putaran.
Jika telah mendekati shafa, maka hendaklah
mengucapkan “innash shafaa wal marwata min sya’airillah”
Kemudian menaiki Shafa lalu berdiam dan menghadap
Ka’bah lantas memuji Allah dan bertakbir sebanyak tiga kali, kemudian membaca
do’a: “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu
wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir, laa ilaha illallahu wahdah anjaza wa’dah wa
nashoro ‘abdah wa hazamal ahzaba wahdah.”
Dzikir di atas diulang tiga kali dan dianjurkan
berdo’a di antara sela-sela dzikir tersebut dengan do’a sekehendak kita. Jika
membaca kurang dari tiga kali, juga dibolehkan. Ketika berdo’a disunnahkan
mengangkat tangan tanpa perlu berisyarat ketika takbir menghadap Ka’bah.
Kemudian turun dari Bukit Shafa menuju Marwah sambil
berjalan. Saat berjalan menuju Marwah, berdo’alah dengan do’a yang mudah yang
ditujukan untuk diri dan kaum muslimin. Jika telah sampai lampu atau garis
hijau, bagi pria diperintahkan berlari dengan kencang. Sedangkan wanita tidak
berlaku demikian. Berlari tadi hingga sampai pada garis atau lampu hijau
berikutnya (kedua). Kemudian setelah itu berjalan seperti biasa hingga Marwah.
Ketika sampai ke bukit Marwah, dilakukan hal yang sama seperti di bukit Shafa.
Hal ini terus berulang hingga tujuh kali. Hitungan sekali adalah dari Shafa ke
Marwah, lalu kedua adalah dari Marwah ke Shafa, seperti itu hingga tujuh kali.
Dan putaran ketujuh berakhir di bukit Marwah.
Yang perlu diperhatikan saat pelaksanaa sa’i:
1- Wanita haidh dan nifas boleh melakukan sa’i.
Sedangkan thawaf tidak dibolehkan untuk wanita haidh. Karena tempat sa’i
bukanlah bagian dari Masjidil Haram.
2- Termasuk kesalahan saat sa’i adalah wanita ikut
berlari saat melewati lampu hijau.
Mencukur dan Memendekkan Rambut
Setelah umrah selesai dilaksanakan, amalan terakhir
yang dilakukan adalah mencukur habis rambut kepala atau memendekkannya. Dan
mencukur itu lebih baik daripada memendekkan.
Sedangkan bagi wanita diperintahkan untuk
memendekkan rambut kepala dengan mengambil rambut sepanjang satu ruas jari.
Bagi wanita, pemotongan rambut tersebut dilakukan di tempat tertutup bukan di
hadapan banyak laki-laki seperti yang dilakukan wanita berumrah di tempat sa’i.
Jika amalan terakhir sudah dilakukan, maka
selesailah amalan umrah. Setelah itu berbagai hal yang diharamkan saat ihram
menjadi halal. Sempurnalah tahallul.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush
sholihaat. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah. Moga pembahasan di atas
bermanfaat bagi yang sedang berumrah.
Referensi:
Al Aqil, Tholal bin Ahmad, “Dalilul Mu’tamir”,
terbitan Lajnah Tawzi’ Al Mathbu’aat Ad Diniyyah ‘alal Hujjaaj wal Mu’tamiriin.
Diselesaikan di Bandara Abu Dhabi, 2 Rabi’ul Awwal
1435 H
Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal
Via Ipad Air
Artikel www.Rumaysho.Com
Paket Umroh Ramadhan 2018, Agen Perjalanan
Umroh Murah, Jasa Pelayanan Umroh Murah 2017, Travel Umroh Murah 2017, Biro
Perjalanan Umroh Murah 2017 Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar