Travel Umroh Terbaik di Depok, Jasa
Umroh Jakarta Timur, Biro Perjalanan Umroh Jakarta Yang Bagus, Agen Umroh
Jakarta Selatan, Paket Umroh Jakarta Terbaik
Meraih
Pahala Haji dan Umroh Melalui Shalat Isyroq
Segala puji bagi Allah, Rabb yang berhak disembah.
Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat, dan
orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Sedikit di antara kita yang mengetahui shalat yang
satu ini. Shalat ini dikenal dengan shalat isyroq. Shalat isyroq sebenarnya
termasuk shalat Dhuha, namun dikerjakan di awal waktu. Simak penjelasannya
berikut ini.
Asal Penamaan Shalat Isyroq
Penyebutan shalat ini dengan shalat isyraq
berdasarkan penamaan sahabat Ibnu ‘Abbas.
Dari ‘Abdullah bin Al Harits, ia berkata,
أن ابن عباس كان لا يصلي الضحى حتى أدخلناه على أم هانئ
فقلت لها : أخبري ابن عباس بما أخبرتينا به ، فقالت أم هانئ : « دخل رسول الله صلى
الله عليه وسلم في بيتي فصلى صلاة الضحى ثمان ركعات » فخرج ابن عباس ، وهو يقول :
« لقد قرأت ما بين اللوحين فما عرفت صلاة الإشراق إلا الساعة » ( يسبحن بالعشي والإشراق)
، ثم قال ابن عباس : « هذه صلاة الإشراق »
Ibnu ‘Abbas pernah tidak shalat Dhuha sampai-sampai
kami menanyakan beliau pada Ummi Hani, aku mengatakan pada Ummi Hani,
“Kabarilah mengenai Ibnu ‘Abbas.” Kemudian Ummu Hani mengatakan, “Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat Dhuha di rumahku sebanyak 8
raka’at.” Kemudian Ibnu ‘Abbas keluar, lalu ia mengatakan, “Aku telah membaca
antara dua sisi mushaf, aku tidaklah mengenal shalat isyroq kecuali sesaat.” (Allah
berfirman yang artinya), “Mereka pun bertasbih di petang dan waktu isyroq
(waktu pagi).”1 Ibnu ‘Abbas menyebut shalat ini dengan SHALAT ISYROQ.2
Keutamaan Shalat Isyroq
Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ
فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ
تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan
berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan
shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau
berumroh secara sempurna.”3
Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda,
« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ
اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ
حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ
تَامَّةٍ تَامَّةٍ »
“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara
berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit,
kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala
haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan
sempurna.”4
Tata Cara Pelaksanaan Shalat Isyroq
Shalat isyroq dilakukan sebanyak dua raka’at.
Gerakan dan bacaannya sama dengan shalat-shalat lainnya.
Berdasarkan hadits-hadits yang telah dikemukakan,
shalat isyroq disyariatkan bagi orang yang melaksanakan shalat jama’ah shubuh
di masjid lalu ia berdiam untuk berdzikir hingga matahari terbit, lalu ia
melaksanakan shalat isyroq dua raka’at.
Ketika berdiam di masjid dianjurkan untuk berdzikir.
Dzikir di sini bentuknya umum, bisa dengan membaca Al Qur’an,membaca dzikir,
atau lebih khusus lagi membaca dzikir pagi.
Waktu shalat isyroq sebagaimana waktu dimulainya
shalat Dhuha yaitu mulai matahari setinggi tombak, sekitar 15-20 menit setelah
matahari terbit. Hal ini sebagaimana keterangan Syaikh Muhammad bin Shalih Al
Utsaimin5 dan Al Lajnah Ad Daimah6 mengenai pengertian matahari setingi tombak.
![]() |
| 0813 1270 2724 (Telkomsel), Travel Umroh Terbaik di Jogja dan Jateng |
Faedah Berharga Lainnya dari Hadits di atas
# Dalam hadits yang telah disebutkan terdapat
dorongan untuk melaksanakan shalat jama’ah shubuh di masjid.
# Dianjurkan memanfaatkan waktu pagi untuk ibadah
dan bukan diisi dengan malas-malasan seperti kebiasaan sebagian muslim yang
malah mengisi waktu selepas shubuh dengan tidur pagi. Sungguh sia-sia waktu
jika digunakan seperti itu. Lihat pembahasan kami di sini.
# Dianjurkan berdiam setelah shalat shubuh untuk
berdzikir hingga matahari terbit sebagaimana hal ini dicontohkan oleh Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam.
An Nawawi dalam Shohih Muslim membawakan bab dengan
judul ‘Keutamaan tidak beranjak dari tempat shalat setelah shalat shubuh dan
keutamaan masjid’. Dalam bab tersebut terdapat suatu riwayat dari seorang
tabi’in –Simak bin Harb-. Beliau rahimahullah mengatakan bahwa dia bertanya
kepada Jabir bin Samuroh,
أَكُنْتَ تُجَالِسُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
“Apakah engkau sering menemani Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk?”
Jabir menjawab,
نَعَمْ كَثِيرًا كَانَ لاَ يَقُومُ مِنْ مُصَلاَّهُ الَّذِى
يُصَلِّى فِيهِ الصُّبْحَ أَوِ الْغَدَاةَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتِ
الشَّمْسُ قَامَ وَكَانُوا يَتَحَدَّثُونَ فَيَأْخُذُونَ فِى أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ
فَيَضْحَكُونَ وَيَتَبَسَّمُ.
“Iya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya
tidak beranjak dari tempat duduknya setelah shalat shubuh hingga terbit
matahari. Apabila matahari terbit, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri
(meninggalkan tempat shalat). Dulu para sahabat biasa berbincang-bincang
(guyon) mengenai perkara jahiliyah, lalu mereka tertawa. Sedangkan beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya tersenyum saja.”7
# Dianjurkan berdzikir setelah shalat shubuh, bisa
dengan membaca Al Qur’an atau membaca dzikir pagi.
# Keutamaan mmengerjakan shalat isyroq dua raka’at
adalah mendapatkan pahala haji dan umroh. Akan tetapi shalat ini tidak bisa
menggantikan ibadah haji dan umroh, namun hanya sama dalam pahala dan balasan
saja.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel https://rumaysho.com
Diselesaikan di waktu Ashar, 28 Muharram 1431 H di
Wisma MTI, sekretariat YPIA, Pogung Kidul
Footnote:
1 QS. Shad: 18
2 HR. Al Hakim. Syaikh Bazmoul dalam Bughyatul
Mutathowwi’ mengatakan bahwa atsar ini hasan ligoirihi (hasan dilihat dari
jalur lainnya).
3 HR. Thobroni. Syaikh Al Albani dalam Shahih
Targhib (469) mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirihi (shahih dilihat dari
jalur lainnya).
4 HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan
bahwa hadits ini hasan.
5 Lihat Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, Syaikh
Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin,hal. 289, Daruts Tsaroya, cetakan pertama,
tahun 1424 H.
6 Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah no. 19285, 23/423,
Darul Ifta’.
7 HR. Muslim no. 670.
Travel Umroh Terbaik di Depok, Jasa
Umroh Jakarta Timur, Biro Perjalanan Umroh Jakarta Yang Bagus, Agen Umroh
Jakarta Selatan, Paket Umroh Jakarta Terbaik


Tidak ada komentar:
Posting Komentar